Home » Blog » 5 Cara Membersihkan Lemari Asam dengan Benar

5 Cara Membersihkan Lemari Asam dengan Benar

Cara Membersihkan Lemari Asam_Lemari Asam_Cara Membersihkan Fume Hood

Cara Membersihkan Lemari Asam  – Lemari asam atau fume hood merupakan salah satu alat keselamatan kerja yang paling vital di dalam laboratorium. Alat ini berfungsi khusus untuk melindungi laboran dari paparan uap beracun, gas berbahaya, dan reaksi kimia berbahaya yang tidak terduga. Namun, tahukah Anda bahwa efektivitas alat ini sangat bergantung pada kebersihan dan perawatannya?

Oleh karena itu, memahami cara membersihkan lemari asam secara berkala adalah hal yang wajib dikuasai oleh setiap pengelola laboratorium. Jika lemari asam dibiarkan kotor dan penuh residu, sisa kontaminan dapat menumpuk, merusak alat, dan membahayakan keselamatan pengguna.

Cara Membersihkan Lemari Asam_Membersihkan Fume Hood_Fume Hood_Jual Fume Hood
Gambar Ilustrasi AI

Risiko Menunda Pembersihan Lemari Asam

Menunda jadwal pembersihan alat ini dapat memicu berbagai masalah serius bagi operasional laboratorium. Berikut adalah beberapa dampak buruk yang sering terjadi akibat kelalaian perawatan:

  • Terjadinya Korosi Material: Akumulasi residu bahan kimia asam atau basa pada dinding interior dapat memicu karat dan korosi, terutama jika kabinet tidak dirawat dengan baik.

  • Pandangan Terganggu: Uap kimia yang menempel pada kaca pembatas (sash) lama-kelamaan akan membuat kaca menjadi buram dan bernoda. Akibatnya, jarak pandang laboran saat mengamati reaksi kimia di dalam kabinet akan terganggu.

  • Penurunan Daya Hisap: Tumpukan debu dan kerak pada sistem filter serta sekat belakang (baffle) dapat menghambat sirkulasi udara. Hal ini menyebabkan daya hisap motor blower menurun drastis, sehingga uap beracun berpotensi lolos ke ruang laboratorium.

Persiapan Sebelum Melakukan Pembersihan (Safety First)

Sebelum Anda mulai mempraktikkan cara membersihkan lemari asam, ada beberapa prosedur keselamatan awal yang wajib dipatuhi. Keselamatan kerja adalah prioritas utama dalam setiap aktivitas laboratorium.

  1. Gunakan APD Lengkap: Pastikan Anda memakai jas laboratorium, kacamata pelindung (goggles), masker respirator (untuk mengantisipasi sisa uap menyengat), dan sarung tangan tahan kimia (nitrile).

  2. Kosongkan Seluruh Reagent: Keluarkan semua botol bahan kimia, wadah sampel, dan peralatan eksperimen dari dalam kabinet kerja. Jangan pernah membersihkan lemari yang masih penuh dengan alat uji.

  3. Atur Sistem Ventilasi: Biarkan motor blower tetap menyala selama proses pengosongan alat. Langkah ini bertujuan untuk menyedot sisa-sisa uap berbahaya yang masih tertinggal di dalam ruangan lemari.

Baca Juga : Jual Fume Hood

5 Langkah Membersihkan Lemari Asam Secara Menyeluruh

Dengan menggabungkan kepraktisan operasional harian dan ketahanan mekanis jangka panjang, berikut adalah langkah-langkah membersihkan lemari asam yang benar:

1. Dekontaminasi Permukaan Meja Kerja (Work Surface)

Meja kerja adalah area yang paling rentan terkena tumpahan zat kimia aktif.

  • Jika terdapat tumpahan zat asam atau basa kuat, netralkan terlebih dahulu menggunakan larutan penyangga yang sesuai.

  • Seka permukaan menggunakan kain mikrofiber lembut yang dibasahi air hangat dan sabun cair berformula netral.

  • Peringatan: Jangan gunakan pembersih abrasif (seperti bubuk pembersih gosok) atau sikat kawat karena dapat merusak lapisan pelindung material meja (phenolic resin atau stainless steel).

2. Pembersihan Dinding Dalam dan Baffle

Uap kimia yang bergerak ke atas sering kali mengembun dan menempel pada dinding interior serta sekat belakang (baffle).

  • Lap dinding bagian dalam dari atas ke bawah secara searah.

  • Bersihkan celah-celah pada baffle tempat udara mengalir. Penumpukan residu di area ini dapat menghambat daya hisap udara.

3. Menjaga Kejernihan Kaca Pembatas (Sash Window)

Kaca pembatas bukan sekadar jendela, melainkan pelindung fisik dari risiko percikan zat atau ledakan kecil.

  • Gunakan cairan pembersih kaca komersial untuk membersihkan noda uap di bagian dalam dan luar kaca.

  • Keringkan dengan kain kering yang tidak meninggalkan serat (lint-free cloth) agar pandangan laboran ke dalam kabinet tetap jernih dan tidak buram.

4. Pembilasan Cup Sink dan Saluran Air

Jika lemari asam dilengkapi dengan wastafel kecil (cup sink):

  • Alirkan air bersih dalam jumlah cukup untuk membilas sisa-sisa bahan kimia yang mungkin tertinggal di leher angsa saluran pembuangan.

  • Langkah ini mencegah pengendapan zat kimia yang dapat memicu korosi atau kebocoran pipa di bawah kabinet.

5. Pengeringan Total (Drying Process)

Kelembapan yang terperangkap di dalam lemari asam dapat memicu pertumbuhan jamur atau mempercepat korosi. Setelah semua bagian selesai dilap, biarkan pintu kaca terbuka setengah dan biarkan blower tetap menyala selama 15–20 menit hingga seluruh kabinet kering sempurna.

Perawatan Preventif Tambahan untuk Kinerja Maksimal

Selain menjaga kebersihan fisik, pastikan Anda juga melakukan pengecekan fungsi secara berkala:

  • Cek Kecepatan Aliran Udara (Face Velocity): Pastikan daya hisap udara berada di ambang aman standar laboratorium (biasanya antara 0,3 hingga 0,5 m/s).

  • Periksa Tali Pemberat (Sash Chain/Cable): Pastikan mekanisme naik-turun kaca pembatas berfungsi lancar dan tidak tersendat.

  • Jadwal Rutin: Lakukan pembersihan ringan setiap hari setelah analisis selesai, dan jadwalkan pembersihan total (deep cleaning) setiap satu minggu sekali.

Kesimpulan

Menjaga kebersihan lemari asam bukan hanya tentang mempertahankan estetika laboratorium, melainkan tentang investasi keselamatan nyawa dan efisiensi biaya operasional. Dengan memadukan kedisiplinan pembersihan harian pada permukaan kerja dan pengawasan berkala pada sistem mekanis hisap, lemari asam Anda akan memiliki masa pakai yang jauh lebih panjang dan bebas dari risiko kerusakan dini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Shopping Cart

No products in the cart.

Return to shop

Toko Industri

Hubungi kami untuk kebutuhan anda

Selamat datang, ada yang bisa Saya bantu