Cara Selamatkan Diri dari Kebakaran di Gedung Tinggi

Cara Selamatkan Diri dari Kebakaran di Gedung Tinggi – Kebakaran di gedung tinggi adalah salah satu skenario darurat yang paling menakutkan, namun dengan pengetahuan dan kesiapan yang tepat, peluang Anda untuk Selamatkan diri dapat meningkat drastis.
Tingginya bangunan seringkali membatasi akses cepat bagi tim penyelamat, sehingga setiap individu harus bertindak cepat dan strategis. Memahami prosedur keselamatan kebakaran bukan hanya tanggung jawab, tetapi juga keterampilan vital.
Baca Juga : Jenis Alat Pelindung Diri Pemadam Kebakaran
Artikel ini akan memberikan panduan langkah demi langkah tentang cara selamatkan diri saat terjadi kebakaran di gedung tinggi, dengan fokus pada tindakan pencegahan, prosedur evakuasi, dan apa yang harus dilakukan jika Anda terjebak.
Daftar Isi
1. Persiapan Awal: Kunci Keselamatan
Tindakan pencegahan dan kesiapan adalah langkah pertama dalam menyelamatkan diri. Anda harus memahami lingkungan di mana Anda bekerja atau tinggal.
-
Pahami Denah Bangunan: Segera setelah Anda memasuki gedung tinggi, identifikasi dua jalur evakuasi terdekat dari lokasi Anda (kantor atau apartemen). Cari tahu letak tangga darurat, jangan pernah hanya mengandalkan satu jalur.
-
Kenali Peralatan Darurat: Cari tahu di mana letak alat pemadam api ringan (APAR), alarm kebakaran, dan kotak hidran terdekat. Pastikan Anda tahu cara mengaktifkan alarm.
-
Pentingnya Fire Drill: Ikuti setiap latihan simulasi kebakaran (fire drill) yang diadakan. Ini membantu Anda membiasakan diri dengan rute dan prosedur evakuasi tanpa panik saat situasi darurat sesungguhnya terjadi.
2. Saat Alarm Berbunyi: Bertindak Cepat dan Tepat
Jika Anda mendengar alarm kebakaran atau melihat tanda-tanda api, jangan anggap remeh.
A. Konfirmasi dan Peringatan
-
Tetap Tenang: Panik adalah musuh terbesar Anda. Ambil napas dalam-dalam.
-
Konfirmasi Sumber Api: Jika Anda melihat api kecil, segera gunakan APAR terdekat hanya jika Anda sudah terlatih dan api masih mudah dikendalikan. Jangan mengambil risiko jika api sudah membesar.
-
Bunyikan Alarm: Jika alarm belum berbunyi, tarik tuas alarm kebakaran terdekat dan hubungi petugas keamanan atau pemadam kebakaran setempat.
B. Evakuasi Cepat
-
Gunakan Tangga Darurat: JANGAN PERNAH menggunakan lift atau eskalator saat terjadi kebakaran. Listrik bisa padam, dan Anda bisa terjebak di dalamnya.
-
Periksa Pintu: Sebelum membuka pintu kamar atau ruangan, sentuh pegangan pintu dengan punggung tangan Anda.
-
Jika Dingin: Buka pintu perlahan-lahan dan mulailah evakuasi melalui jalur yang telah Anda kenal.
-
Jika Panas: Jangan buka pintu! Api mungkin sudah berada di sisi lain. Cari tempat perlindungan.
-
-
Bergerak Rendah: Asap tebal seringkali menjadi penyebab utama kematian dalam kebakaran. Merangkak atau bergerak rendah di bawah lapisan asap, karena udara bersih berada di dekat lantai.
Baca Juga : Apa itu Standar NFPA? dan Mengapa Begitu Penting ?
3. Jika Terjebak: Taktik Bertahan Hidup
Jika jalur evakuasi utama terblokir oleh api atau asap, Anda harus beralih ke mode bertahan hidup.
A. Mengisolasi Diri
-
Kembali ke Ruangan: Masuk kembali ke ruangan yang paling jauh dari api dan tutup pintu rapat-rapat. Pintu yang tebal dapat menahan api dan asap untuk sementara waktu.
-
Blokir Celah Pintu: Gunakan handuk, seprai, atau pakaian basah untuk menutup celah di bawah pintu dan ventilasi. Ini akan mencegah asap beracun masuk.
-
Tetap Terlihat: Jika memungkinkan, pergilah ke jendela untuk memberi sinyal kepada tim penyelamat. Jangan pernah memecahkan jendela kecuali benar-benar diperlukan dan Anda yakin penyelamatan akan segera tiba, karena tindakan ini dapat menyebabkan api tersedot ke dalam ruangan karena perubahan tekanan udara.
B. Menunggu Bantuan
-
Pentingnya Jendela: Buka sedikit jendela (jika aman) untuk mendapatkan udara segar, tetapi hati-hati terhadap api dan asap dari luar.
-
Tetap Tenang dan Sabar: Tim pemadam kebakaran dilatih untuk mencari korban di lantai-lantai atas. Tetap di tempat yang aman dan gunakan telepon jika memungkinkan untuk memberi tahu lokasi pasti Anda kepada layanan darurat.
4. Setelah Evakuasi: Titik Kumpul
Setelah Anda berhasil keluar dari gedung, segera menuju titik kumpul (assembly point) yang telah ditentukan. Jangan kembali ke dalam gedung, bahkan untuk mengambil barang berharga. Tetap bersama tim Anda dan beri tahu petugas keamanan bahwa Anda selamat.
Kesimpulan
Mengetahui cara menyelamatkan diri saat terjadi kebakaran di gedung tinggi adalah hal yang krusial. Selalu utamakan keselamatan jiwa di atas harta benda. Dengan menerapkan prosedur ini—mulai dari persiapan, bertindak tegas saat alarm berbunyi, hingga bertahan hidup saat terjebak—Anda meningkatkan peluang Anda untuk selamat dan membantu petugas penyelamat melakukan tugas mereka.
BACA JUGA : Peran Data Weather Station Terhadap Perubahan Iklim




Leave a Reply