Cara Merawat Mesin Polisher Lantai yang Benar dan Mudah

Cara Merawat Mesin Polisher Lantai yang Benar dan Mudah – Mesin polisher lantai adalah alat serbaguna yang dibuat untuk membersihkan, meratakan, dan mengkilapkan pada permukaan lantai dari berbagai material seperti marmer, granit, keramik, dan beton. Mesin ini sangat memudahkan perawatan lantai, menjadikannya bersih, halus, dan berkilau, terutama di area dengan lalu lintas tinggi seperti gedung perkantoran, hotel, rumah sakit, dan area pabrik.
Baca Juga : Cara Merawat APAR yang Benar Sesuai Standar Internasional
Mengapa Perlu Polisher Lantai ?
1. Efisiensi Waktu dan Tenaga
Dengan menggunakan mesin poles lantai, kamu bisa membersihkan lantai dan memoles lantai dalam waktu yang lebih cepat dibandingkan manual.
2. Investasi Jangka Panjang
Penggunaan yang tepat dan perawatan yang baik mesin polisher bisa dipakai dalam waktu yang lama. Hal ini tentu lebih ekonomis dibandingkan sering mengganti alat pembersih lantai manual yang cepat rusak.
Tips Cara Merawat Mesin Polisher

1. Perawatan Setelah Penggunaan
Setelah Anda selesai menggunakan mesin poles, lakukan langkah-langkah ini:
-
Matikan dan Cabut Kabel: Selalu pastikan mesin dalam keadaan mati dan kabel sudah dicabut dari stop kontak sebelum melakukan pembersihan atau inspeksi.
-
Bersihkan Pad/Sikat: Lepaskan pad (bantalan) atau brush ( Sikat ) dari drive pad holder (penahan pad). Cuci pad kotor dengan air bersih dan biarkan mengering sepenuhnya. Jika menggunakan sikat, bersihkan dengan air sisa-sisa kotoran yang menempel.
-
Lap Bagian Eksterior: Gunakan lap lembap untuk membersihkan badan mesin dan pegangan (handle) dari debu, kotoran, atau residu bahan kimia. Pastikan tidak ada air yang masuk ke bagian mesin yang sensitif (motor).
-
Gulung Kabel dengan Benar: Hindari menggulung kabel terlalu ketat atau melilitkannya pada mesin saat masih panas. Gulung dengan longgar dan simpan di tempat yang aman untuk mencegah kerusakan isolasi atau patahnya kabel di sambungan.

2. Perawatan Mingguan dan Inspeksi Khusus
Lakukan pemeriksaan mendalam ini setidaknya sekali seminggu, terutama jika mesin sering digunakan:
-
Periksa Kabel Listrik: Periksa keseluruhan panjang kabel untuk mencari tanda-tanda kerusakan, sobekan, atau isolasi yang terkelupas. Kabel yang rusak harus segera diganti oleh teknisi.
-
Cek Drive Pad Holder: Periksa apakah penahan pad atau sikat terpasang dengan baik dan tidak longgar. Pastikan mekanisme pengunci sikat bekerja sempurna.
-
Periksa Roda: Bersihkan roda dari lilitan rambut, serat, atau kotoran yang dapat menghambat gerakan mesin. Roda yang bersih memastikan manuver yang mulus.
-
Periksa Level Cairan (Jika Mesin Jenis Scrubber): Jika mesin poles Anda juga berfungsi sebagai scrubber (memiliki tangki air/larutan), pastikan tangki dikosongkan, dibilas, dan dikeringkan untuk mencegah penumpukan bakteri atau kerak kimia.

3. Perawatan Berkala (Tahunan atau Sesuai Jam Operasi)
-
Servis Motor dan Komponen Mekanis: Mesin polisher memiliki motor dan gearbox (kotak roda gigi) yang memerlukan pelumasan dan inspeksi profesional. Jadwalkan servis rutin (biasanya setiap 6 bulan hingga 1 tahun, tergantung intensitas penggunaan) untuk memastikan tidak ada keausan dini pada bearing atau gear.
-
Penggantian Komponen Aus: Ganti pad atau sikat yang sudah tipis atau aus. Menggunakan pad yang sudah terlalu tipis dapat mengurangi efektivitas poles dan bahkan merusak lantai.
-
Kalibrasi dan Penyetelan: Jika mesin terasa bergetar hebat atau tidak berjalan lurus, kemungkinan perlu disetel atau dikalibrasi ulang.

3. Penyimpanan yang Baik
-
Simpan di Tempat Kering: Simpan mesin poles di tempat yang kering dan bersuhu ruangan normal untuk menghindari karat atau kerusakan komponen listrik akibat kelembaban.
-
Posisi Aman: Simpan mesin dalam posisi berdiri tegak, jauh dari jalur lalu lintas yang padat, untuk mencegah mesin terjatuh atau tertabrak.




Leave a Reply