Apa itu Flammable Cabinet ?

Daftar Isi
Lemari Penyimpanan Bahan Mudah Terbakar: Pilar Utama Keselamatan Industri dan Laboratorium
Lemari Penyimpanan Bahan Mudah Terbakar (flammable cabinet) adalah lemari keselamatan yang dirancang khusus untuk menyimpan cairan, bahan kimia, atau aset berharga yang mudah terbakar dengan aman. Keberadaannya dirancang untuk melindungi nyawa dan aset dengan cara mengisolasi cairan yang mudah menyala dari sumber api eksternal. Namun, apa sebenarnya fungsi perangkat ini dan mengapa standarnya begitu ketat?

Mengapa Flammable Cabinet Begitu Penting?
Banyak pelarut, cat, minyak, dan bahan kimia lain yang digunakan dalam kegiatan industri dan penelitian memiliki titik nyala (flash point) yang sangat rendah. Ini berarti mereka dapat menguap dan menyala bahkan pada suhu kamar. Jika bahan-bahan ini disimpan sembarangan, potensi bencana kebakaran sangatlah tinggi.
Peran utama lemari penyimpanan bahan mudah terbakar adalah:
-
Isolasi: Mengurung dan mengisolasi cairan berbahaya. Dalam kasus kebakaran, lemari ini berfungsi sebagai benteng, membatasi bahan bakar yang tersedia bagi api.
-
Proteksi Waktu: Memberikan durasi perlindungan terbatas (misalnya, 10 hingga 15 menit) yang krusial bagi pekerja untuk mengevakuasi diri, dan bagi petugas pemadam kebakaran untuk merespons.
-
Kepatuhan Hukum: Memenuhi standar ketat seperti NFPA 30 dan OSHA 29 CFR 1910.106 yang mewajibkan penyimpanan cairan berbahaya dalam lemari berstandar.
Baca Juga : Jenis Alat Pelindung Diri Pemadam Kebakaran
Mengenal Standar Konstruksi Wajib
Kualitas sebuah lemari penyimpanan bahan mudah terbakar tidak bisa ditawar. Standar internasional menetapkan beberapa fitur wajib yang harus dipenuhi:
1. Struktur Dinding Ganda (Insulasi Termal)
Setiap lemari harus dibuat dari baja tebal (umumnya 18-gauge) dengan konstruksi dinding ganda. Kedua dinding baja ini dipisahkan oleh celah udara (ruang insulasi) minimal $1.5$ inci ($38$ mm). Celah ini berfungsi memperlambat perpindahan panas dari luar ke isi lemari selama kebakaran.
2. Mekanisme Pintu Otomatis (Self-Closing)
Salah satu fitur terpenting adalah pintu yang dapat menutup dan mengunci secara otomatis (self-latching dan self-closing). Pintu harus selalu tertutup rapat untuk mencegah uap berbahaya keluar dan melindungi isi lemari dari percikan api atau pemicu lainnya.
3. Bak Penampung Tumpahan (Spill Sump)
Dasar lemari harus memiliki bak penampung (sump) minimal $2$ inci ($50$ mm) tingginya. Bak ini memastikan bahwa cairan yang mungkin tumpah di dalam lemari tidak mengalir ke lantai. Jika cairan tumpah dibiarkan menyebar, potensi bahaya kebakaran dan ledakan akan meningkat drastis.
4. Ventilasi Terlindungi (Flame Arrestor)
Lemari penyimpanan bahan mudah terbakar dilengkapi dengan lubang ventilasi ganda di bagian atas dan bawah. Lubang ini wajib ditutup dengan penangkap api (flame arrestor). Ini mencegah api luar merambat masuk ke dalam lemari melalui saluran ventilasi. Penting untuk dicatat bahwa ventilasi mekanis hanya diperlukan jika ada akumulasi uap yang berlebihan di dalam lemari.
Tips Penggunaan Optimal Lemari Penyimpanan Bahan Mudah Terbakar
Agar lemari ini berfungsi maksimal, ada beberapa praktik yang harus diikuti:
-
Jangan Melebihi Batas: Pastikan volume cairan yang disimpan tidak melebihi kapasitas maksimum lemari yang diizinkan oleh standar (misalnya, 60 galon untuk satu lantai kerja).
-
Jauhkan dari Koridor: Jangan letakkan di koridor, pintu keluar, atau tangga yang dapat menghalangi jalur evakuasi.
-
Tutup Kembali Wadah: Selalu pastikan wadah cairan ditutup rapat sebelum dimasukkan kembali ke dalam lemari.
Secara keseluruhan, Flammbale Cabinet merupakan garis pertahanan pertama yang vital. Dengan memahami fitur dan fungsinya, kita dapat memastikan bahwa lingkungan kerja kita tidak hanya produktif, tetapi juga aman dari bahaya kebakaran yang disebabkan oleh bahan kimia yang mudah menyala.




Leave a Reply