OSHA 1910.106 Standar Keamanan Cairan Mudah Terbakar

Dalam dunia industri, pengelolaan bahan kimia memerlukan regulasi yang sangat ketat untuk mencegah kecelakaan fatal. Salah satu regulasi paling krusial adalah OSHA 1910.106. Standar ini mengatur tentang penanganan, penyimpanan, dan penggunaan cairan mudah terbakar (flammable liquids) di tempat kerja.
Memahami aturan ini bukan hanya soal kepatuhan hukum, tetapi juga tentang melindungi nyawa karyawan dan aset perusahaan. Artikel ini akan mengulas poin-poin penting dalam standar tersebut agar fasilitas Anda tetap aman dan memenuhi syarat.
Daftar Isi
Apa Itu Standar OSHA 1910.106?
OSHA 1910.106 adalah regulasi yang diterbitkan oleh Occupational Safety and Health Administration (OSHA) di Amerika Serikat. Meskipun berasal dari AS, standar ini menjadi referensi global bagi banyak perusahaan manufaktur dan laboratorium di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Tujuan utama dari standar ini adalah untuk meminimalkan risiko kebakaran dan ledakan yang disebabkan oleh uap cairan mudah terbakar. Oleh karena itu, regulasi ini mencakup segala hal mulai dari desain tangki penyimpanan hingga penggunaan flammable storage cabinet.
Klasifikasi Cairan Menurut OSHA
Sebelum menerapkan standar penyimpanan, Anda harus memahami klasifikasi cairan berbahaya. OSHA membagi cairan mudah terbakar ke dalam empat kategori utama berdasarkan titik nyala (flash point) dan titik didih (boiling point):
-
Kategori 1: Cairan dengan titik nyala di bawah 23°C dan titik didih di bawah 35°C (Sangat berbahaya).
-
Kategori 2: Cairan dengan titik nyala di bawah 23°C namun titik didih di atas 35°C.
-
Kategori 3: Cairan dengan titik nyala antara 23°C hingga 60°C.
-
Kategori 4: Cairan dengan titik nyala antara 60°C hingga 93°C.
Persyaratan Lemari Penyimpanan (Flammable Cabinet)
Salah satu bagian terpenting dari OSHA 1910.106 adalah aturan mengenai lemari penyimpanan. Berikut adalah persyaratan teknis yang harus dipenuhi:
-
Konstruksi Material: Lemari harus terbuat dari baja 18-gauge dengan dinding ganda yang memiliki ruang udara 1,5 inci.
-
Pintu dan Kunci: Pintu harus memiliki sistem penguncian tiga titik. Selain itu, ambang pintu (sill) harus setinggi minimal 2 inci untuk menahan tumpahan cairan di dalam kabinet.
-
Labeling: Lemari harus diberi label yang jelas dengan tulisan “FLAMMABLE – KEEP FIRE AWAY”.
Selain konstruksi, OSHA juga membatasi jumlah cairan yang boleh disimpan di dalam satu lemari. Untuk cairan Kategori 1, 2, dan 3, jumlah maksimalnya adalah 60 galon. Sementara itu, untuk cairan Kategori 4, batas maksimalnya adalah 120 galon.
Penempatan dan Ventilasi di Tempat Kerja
Selain desain unit, OSHA 1910.106 juga mengatur lokasi penempatan. Lemari tidak boleh diletakkan di dekat jalur evakuasi, tangga, atau pintu keluar utama. Hal ini bertujuan agar jika terjadi kebakaran pada lemari, akses keluar bagi karyawan tidak tertutup.
Mengenai ventilasi, OSHA sebenarnya tidak mewajibkan ventilasi pada kabinet kecuali jika diharuskan oleh otoritas lokal. Namun, jika Anda menggunakan ventilasi, lubang tersebut harus dilengkapi dengan penahan api (fire baffles) dan disalurkan langsung ke luar ruangan secara aman.
Mengapa Kepatuhan OSHA 1910.106 Sangat Penting?
Mengabaikan standar ini dapat berdampak buruk bagi bisnis Anda. Berikut adalah beberapa alasan mengapa kepatuhan sangat diperlukan:
-
Mencegah Kebakaran: Struktur dinding ganda pada kabinet dirancang untuk menjaga suhu internal tetap aman selama 10 menit, memberikan waktu evakuasi yang cukup.
-
Menghindari Denda: Pelanggaran terhadap standar keselamatan kerja dapat mengakibatkan sanksi administratif dan denda yang sangat besar.
-
Kepercayaan Klien: Perusahaan yang mematuhi standar internasional seperti OSHA cenderung lebih dipercaya oleh mitra bisnis global.



Leave a Reply